Jangan Salah Langkah, Ini 7 Tips Berinvestasi di Crowdfunding

Crowdfunding adalah sebuah bentuk pendanaan untuk mereka yang membutuhkan dana dalam pengembangan usahanya, di mana pendanaan tersebut terkumpul dari beberapa orang.

Setelah mengenal dan memahami investasi pada crowdfunding, kita bisa mulai mencoba berinvestasi di dalamnya.

Namun, jika kita ingin mencoba berinvestasi pada platform crowdfunding Indonesia, maka pastikan untuk memperhatikan beberapa tips ini agar investasi yang kita tanamkan bisa membuahkan hasil.

1.    Batasi Eksposur

Apabila kita tertarik untuk berinvestasi dalam crowdfunding Indonesia, maka kita harus membatasi semua investasi spekulatif agar tidak lebih dari 5% dari portofolio yang kita miliki.

Namun, apabila kita memiliki uang berlebih, kita bisa menaikkan batas investasi kita hingga 10%.

Sebelum melakukan peningkatan, Kita juga perlu memastikan bahwa uang tersebut tidak akan kita berpengaruh apabila diinvestasikan seutuhnya.

2.       Investasikan Uang Pada Perusahaan Go Public

Beberapa cara agar Kita menghasilkan uang adalah dengan memilih berinvestasi pada perusahaan yang telah go public.

Khususnya apabila perusahaan yang dipilih akan diakuisisi, serta jika kita ingin menjual saham kita di pasar sekunder.

Namun bahkan untuk menjual di pasar sekunder, kita harus memegang aset setidaknya selama satu tahun dan belum jelas seberapa aktif bursa sekunder tersebut.

3.       Diversifikasi

Kita perlu memastikan untuk tidak mempertaruhkan semua uang kita pada satu investasi equity crowdfunding.

Jika kita melakukan ini dan kita memahami bahwa sebagian besar investasi ini akan gagal, maka kita dapat mengalokasikan sebagian dari portofolio kita.

Selain itu, kita bisa mendiversifikasikan porsi investasi kita menjadi lebih dari 20, 30, 40, hingga ratusan investasi selama beberapa tahun.

4.       Periksa Platformnya

Tentunya kita ingin menghindari berinvestasi pada platform yang tidak memberikan kita keuntungan. Carilah platform dengan lebih selektif. Salah satunya adalah dengan meneliti pengalaman tim di balik sebuah platform.

Latar belakang apa yang mereka miliki dalam berinvestasi di perusahaan swasta? Seberapa baik kinerja perusahaan yang sebelumnya didanai melalui platform? dan sebagainya. Kemudian cari tahu seberapa baik pimpinan melakukan uji tuntas pada perusahaannya. Tentukan apa yang dibutuhkan platform dengan cara dokumentasi. Apakah keuangan yang diaudit? Penilaian pihak ketiga?

Untuk kesepakatan investasi real estat, apakah mengharuskan perusahaan menawarkan ganti rugi atau kewajiban kepada investor jika mereka gagal menindaklanjuti prosedur mereka? Jangan takut untuk meminta platform dalam menyediakan kuesioner yang diisi perusahaan, dokumen cadangan, catatan wawancara yang dilakukan pasar dengan pengacara dan bankir perusahaan dan sebagainya. Intinya, carilah platform yang akan membantu kita menyelesaikan masalah apa pun.

5.       Periksa Perusahaan

Telitilah perusahaan tempat kita akan berinvestasi. Kita perlu mengetahui latar belakang pendiri perusahaan, serta apakah mereka memiliki pengalaman langsung dalam industri terkait atau tidak.

Carilah tim yang seimbang antara latar belakang teknis dan bisnis yang berkorelasi dengan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi.

Selain itu, pilihlah perusahaan dengan tiga pendiri, yang telah terbukti tumbuh tiga setengah kali lebih cepat daripada perusahaan dengan pendiri tunggal. Ini merupakan sebuah pertimbangan penting karena banyak perusahaan rintisan kehabisan uang sebelum mereka dapat lepas lkitas.

6.       Pahami Model Bisnisnya

Tentukan apakah industri, seperti teknologi, memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi daripada industri lainnya, seperti manufaktur.

Lihat apakah investor lain perusahaan telah didukung oleh uang ventura profesional. Selami detail seluk beluknya. Jangan takut untuk bertanya tentang cara kerja berbagai hal.

7.       Pahami Istilah Investasi

Sebelum melakukan investasi, telitilah persyaratan dan kondisi yang ditawarkan perusahaan terkait. Kita juga perlu memahami istilah-istilah dalam investasi untuk memudahkan kita dalam mengambil keputusan.

Selain itu, kita juga perlu mengetahui apakah kita memiliki saham preferen atau saham biasa. Jika kita memiliki saham biasa, maka apabila nantinya perusahaan tersebut dibeli dengan harga impas, pemegang saham preferen akan mendapatkan uangnya kembali terlebih dahulu dan kita mungkin tidak menerima apa pun.

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Label